Mahasiswa KKN TIM 1 UNDIP Desa Cibuyur Mengusung Program Pembuatan Alat Penabur Pupuk Semiotomatis

Pemalang (16/1). Mahasiswa KKN TIM 1 Undip Menyelenggarakan Program Pembuatan alat Penabur pupuk semiotomatis yang sederhana di MI Al-Amin Desa Cibuyur. Program ini bertujuan untuk memberikan kemudahan bagi para petani yang sehari-harinya melakukan kegiatan bertani Program ini merupakan salah satu program keilmuan yang dilakukan oleh Mahasiswa Teknik Mesin UNDIP. Program ini dilatar belakangi oleh potensi yang terdapat di desa cibuyur ini.

Tujuan program Alasan memilih alat ini dikarenakan sebagian besar masyarakat Desa Cibuyur masih melakukan pemupukan secara manual yaitu dengan menaburkan pupuk pada tiap tanaman.┬áTentu saja cara tersebut sangat tidak efektif dan efisien sehingga diperlupan pembaruan metode pemupukan. Alat penabur pupuk adalah perangkat modern yang dirancang untuk memudahkan petani dalam melakukan penyebaran pupuk pada lahan pertanian. Alat ini bermodel sistem pengontrol semiotomatis yang memastikan distribusi pupuk secara merata. Desain ergonomisnya memudahkan penggunaan, bahkan oleh petani dengan pengalaman terbatas. Alat ini memiliki tangki pupuk yang dapat diisi ulang, memungkinkan petani untuk menggunakan berbagai jenis pupuk sesuai dengan kebutuhan tanaman mereka. Selain itu, beberapa model alat penabur pupuk juga dilengkapi dengan sistem pemantauan yang memungkinkan petani untuk melacak jumlah pupuk yang digunakan dan menyesuaikan dosis sesuai dengan kondisi tanah. Pembuatan alat ini bertujuan dalam membantu petani di Desa Cibuyur, Kecamatan Warungpring, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Pada Sabtu, 18 Januari 2024, mereka berhasil menciptakan alat penabur pupuk sederhana yang diharapkan dapat mempermudah proses pemupukan jagung, yang menjadi tulang punggung mata pencaharian mayoritas warga desa. Pemupukan merupakan tahap penting dalam budidaya jagung, durian, pepaya yang membutuhkan perhatian ekstra guna mencapai hasil produksi yang optimal. Saat ini, mayoritas petani di Desa Cibuyur masih melakukan pemupukan secara manual dengan menggunakan tangan, tanpa bantuan alat. Proses ini terbukti lambat dan melelahkan, menyebabkan beban kerja berat pada para petani. Dalam rangka mengatasi tantangan ini, tim mahasiswa KKN Undip berkolaborasi dengan warga desa untuk mengembangkan “Alat Penabur Pupuk Sederhana Semiotomatis” yang terbuat dari pipa paralon. Alat ini bertujuan untuk mengoptimalkan efisiensi pemupukan jagung, sehingga tidak hanya menghemat waktu, tetapi juga mengurangi beban fisik yang harus ditanggung oleh petani.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *